Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Manfaatkan Adanya AI untuk Teman yang Baik (Grok X)

Updated
4 min read
Manfaatkan Adanya AI untuk Teman yang Baik (Grok X)

Akhir-akhir ini apabila kita melihat di semua media baik media sosial maupun di berita nasional, semuanya tidak lepas dari bahasan yang namanya AI. AI hadir secara cepat memengaruhi gaya hidup seseorang bahkan bisa juga mengubah gaya hidup seseorang juga.

Dalam tulisan Saya ini, tidak membahas sampai sedetail itu. Hanya saja, nanti Saya akan bahas bagaimana sebuah AI yang melekat dengan diri kita (baik di kehidupan sehari-hari) bisa dijadikan temna yang baik dan dimanfaatkan layaknya “tools” bukan layaknya “tuhan” yang bisa memberikan petunjuk yang ‘pasti benar’.

AI Sebagai Tools

Namanya tools, secara definisi saja diartikan sebagai alat, perkakas, atau perangkat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Jadi, poin utamanya di sini adalah sebagai alat bantu yang mempermudah pekerjaan manusia.

Namanya alat bantu, ya digunakan untuk membantu bukan untuk mengerjakan pekerjaan yang utama dong. Nah, dengan adanya alat-alat seperti ini diharapkan manusia seperti kita ini bisa memaksimalkan potensi yang sebelumnya dihabiskan untuk pekerjaan yang monoton diubah menjadi menyediakan waktu untuk eksplor hal-hal baru yang belum kepikiran sebelumnya.

  • Makin malas? Pasti!

  • Makin produktif? Bisa jadi!

  • Apakah kita makin pinter? Ya belum tentu juga.

Makanya, sebagai manusia yang “berakal” sebaiknya kita menggunakan AI ini dengan baik. Hidup adalah ibadah dan ibadah itu wajib bagi yang berakal. Kalau misalkan kita menjalani hidup tanpa akal, berarti secara tidak langsung kita tidak menjalakan ibadah itu sendiri.

AI Sebagai Teman Baik

Sebagai temen, kalau kita tidak tau ya lebih baik nanya ke temen yang lebih tau (benar atau salah itu soal perspektif saja). Fokusnya adalah temen kita itu kita anggap lebih tau, untuk kebenaran hanya pribadi kita masing-masing yang bisa menentukan.

Bagaimana cara manfaatin AI ini sebagai temen baik?

Biasanya Saya menggunakan ini untuk riset-riset terkait kebutuhan, keingan dan trend yang ada di pasar. Mulai dari kejadian apa yang lagi ramai, apa saja yang dibicarakan, apakah brand kita banyak dibicarakan orang dan bahkan sampai bisa diminta untuk memberikan data sentimen secara dasar.

Ini contohnya yang tidak terkait pekerjaan saja ya (namanya juga contoh). Seperti biasanya karena kesibukan bekerja, untuk mengikuti berita terbaru kadang juga agak sedikit terlambat. Makanya, walaupun buka X/Twitter, paling yang muncul ya cuma masalah-masalah negara, keresahan, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, biar tetep bisa up to date dan tanpa harus mengorbakan mood karena kebanyakan nonton hal negatif, bisa kita manfaatin yang namanya AI-nya X, yaitu GROX.

Contohnya Saya sedang kepo tentang tagar #KaburAjaDulu secara mendalam dan ringkas di X. Cocok banget ini karena Grok juga ambil datanya dari X (satu platform). Kemudian, Saya tanyakan ke grok seperti ini.

Dari situ kita tau bahwa info-info yang keluar itu banyak yang mungkin sentimennya negatif. Apalagi Saya sudah terpapar dengan postingan-postingan sebelumnya juga di X. Secara naluriah, hal-hal negatif pasti sudah ada di otak terlebih dahulu.

Langkah selanjutnya, Saya coba tanyakan saja masalah sentimen positif mengenai tagar ini dan hasilnya cukup lumayan bagus.

Dari sini, kita dapat hal-hal yang mungkin tidak kita sadari dan temen kita yang baik (si AI) memberikan informasi yang cukup lengkap. Mana keputusan yang mau kita ambil? Ya sesuai masing-masing pribadi.

Dahulu, mungkin untuk bisa ke luar negeri itu seperti hal yang sangat berat dan gak punya jalannya. Namun, dengan adanya orang baik yang bercerita yang meramaikan tagar #KaburAjaDulu malah menemukan ternyata banyak hal yang sebaiknya bisa kita eksplor dan naik level lagi.

Kerja ke luar negeri tidak harus juga datang dan menetap di luar negeri, bahkan bisa kerja remote ke luar negeri. Atau bahkan kalau diskusi jauh sama si AI, banyak juga yang merekomendasikan membuka bisnis dengan target pasar luar negeri. Lumayan banget kan AI ini.

Ini baru masalah sampai detail di sentimennya. Belum lagi jika kita bisa mendapatkan hidden gem selama diskusi siapa tau menemukan hal-hal yang pas dengan pekerjaan kita.

Kira-kira begitulah tentang AI menjadi temen. Ajaklah untuk memudahkan kita menemukan sesuai sehingga untuk memvalidasi juga tidak perlu menghabiskan banyak waktu. Mungkin untuk AI lain seperti chatGPT, Gemini, Claude atau bahkan yang baru banget itu deepsheek dan qwenlm, bisa diperdayakan untuk hal-hal kayak gini.

  • Bisa tau hal baru

  • Bisa lebih cepet belajar hal bar

  • Dan bisa apapun itu yang menunjang pekerjaan kita lebih efisien.

Bikin malas? Kayaknya tidak kalau untuk masalah pekerjaan. Malah lebih efisien dan lebih produktif. Namun, untuk di ranah pendidikan mungkin masih banyak hal yang malah memotivasi peserta didik untuk malas berpikir, mencari dan memvalidasi.

Sekian.

28 views