Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Mindset Penting dalam Belajar Sesuatu

Updated
3 min read
Mindset Penting dalam Belajar Sesuatu

Belajar hal baru memang menantang, terutama jika kita terjebak dalam mindset yang kurang mendukung. Misalnya, merasa bahwa kemampuan kita sudah tetap dan tidak bisa ditingkatkan, atau takut mencoba karena khawatir gagal.

Padahal, dengan mengadopsi mindset yang tepat, proses belajar bisa menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

Nah, berikut beberapa mindset penting yang perlu kita miliki saat belajar yang mungkin saja bisa jadi catatan untukku sendiri atau buat kalian yang membaca artikel singkat dan super singkat ini ya.

  1. Metacognition

Metacognition adalah kesadaran tentang bagaimana kita belajar dan memahami informasi. Dengan kata lain, ini adalah kemampuan untuk "berpikir tentang berpikir".

Mengapa ini penting?

Karena dengan memahami cara kita memproses informasi, kita bisa menyesuaikan strategi belajar yang paling efektif untuk diri kita sendiri.

Bayangkan kita sedang mencoba mempelajari software manajemen proyek baru. Dengan metakognisi, kita menyadari bahwa kita lebih mudah memahami melalui tutorial video daripada membaca manual.

Maka, kita mencari video tutorial yang sesuai, sehingga proses belajar menjadi lebih efisien dan kita dapat segera menerapkan pengetahuan tersebut dalam pekerjaan.

Jadi, langkah awal yang untuk belajar dengan urut dari memikirkan sesuatu. Contoh di atas hanya singkatnya saja. Kalo misalkan sudah di level atas, pasti tidak cukup hanya dengan video dan menonton pendapat orang terus menerus.

  1. Berani Gagal

Takut gagal seringkali menjadi penghambat utama dalam belajar. Padahal, kegagalan adalah bagian alami dari proses belajar. Dengan berani menghadapi kegagalan, kita membuka peluang untuk memahami kesalahan dan belajar darinya.

Misalnya, kita ingin meningkatkan keterampilan presentasi. Pada percobaan pertama, presentasi kita mungkin tidak berjalan lancar. Namun, dengan menerima kegagalan tersebut, kita bisa mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki, seperti cara penyampaian atau desain slide, sehingga presentasi berikutnya menjadi lebih baik.

Namanya juga perjalanan, pasti ada gagal dan ada berhasil. Jangan sampai tidak pernah gagal, karena itulah yang membimbing kita secara mandiri untuk bisa selalu berhati-hati.

  1. Deliberate Practice

Latihan terarah adalah pendekatan latihan yang fokus pada peningkatan aspek tertentu dengan tujuan yang jelas dan umpan balik yang kontinu. Ini berbeda dengan latihan biasa yang cenderung repetitif tanpa tujuan spesifik.

Contohnya, seperti kita ingin meningkatkan kecepatan mengetik. Alih-alih hanya mengetik secara rutin, kita menggunakan aplikasi khusus yang mengidentifikasi kelemahan kita, seperti kesalahan pada huruf tertentu, dan memberikan latihan khusus untuk mengatasinya.

Dengan demikian, kecepatan dan akurasi mengetik kita meningkat secara signifikan.

Atau misalnya kita ingin bisa menjadi seorang penulis yang kaya akan koleksi kata-kata. Maka, hal yang harus sering kita latih adalah mengenai “membaca buku” dan “ngobrol dengan orang baru”. Sebab, tanpa cara itu, kita susah untuk memperkaya kosa kata.

  1. Terakhir, Growth Mindset

Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran. Dengan mindset ini, kita lebih terbuka terhadap tantangan dan melihatnya sebagai peluang untuk berkembang.

Contohnya seperti halnya kita ditugaskan memimpin proyek dengan teknologi yang belum kita kuasai.

Dengan growth mindset, kita melihat ini sebagai kesempatan untuk belajar, mencari pelatihan, dan berkonsultasi dengan ahli, sehingga tidak hanya proyek berjalan sukses, tetapi kita juga menambah keterampilan baru.

Dengan mengadopsi mindset-mindset di atas, proses belajar tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga lebih menyenangkan. Ingat, setiap langkah kecil yang kita ambil dalam belajar membawa kita lebih dekat ke tujuan yang diinginkan.

7 views